Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2015

Oh well...

me reacting to ppl having a fuss over _______

Happy Birthday.

This blog turned into a scarehouse lmao but seriously, it's not like I DON'T WANT TO write shit it's just.......nothing came to mind. Yeah. Now, for the sake of my bday, I decided to write again. I know, my writing is crappy now I'm sorry.

I'm officially 19! 19! I don't know what's special about 19 I can only thought of SISTAR19.

/cue Ma Boy/

This year is not a very good year to me and my family. Financial issues is the main topic here so I don't want to tell you too much about it. Basically me and my fams need some $$$$$ this year (and my Dad can not shut up about 'this is our new President's fault!' LOL). I can only smh. So, yea, I learn that it's more beautiful to be so grateful for what we got, instead of whining and beg for more. Lack of money turned me into a new person, tbfh. I noticed that and I'm glad.

As for my bday this year. Nothing special, I guess. Nothing different happened today. And I didn't even notice the date if my phone didn't remind me! Really.

I don't expect anything such as present or some shit like that I only want to stay up2date since it's INFINITE's comeback!! I basically live on Twitter. Twitter 24/7. Twitter should pay me money for this. I'm serious.

Btw, you must see INFINITE's new MV! And the 360VR MV teaser! They ARE AMAZING! Esp Sungyeol! (cz he's my fav member and I'm biased as fuck tyvm!)

That's it my random rants for this not-so-special day. I barely had anything to say about my bday and it shows how many fucks I give for it HAHAHAH I just turned 19! My 19 y.o friends and every 19 y.o person in this world experienced it. The only important thing about it is the FACT that Allah still gives me chance to live in this cruel and fucked-up world. Thank you very much I'm grateful. ♡

Bye.

P/S: actually there's A LOT of other things that I want to write here but I can't find the right words. I'm a bit rusty sorry ;_;

Minggu, 01 Februari 2015

Block (or Blok)


Guess who's back? Me! (nah not really) (who tf cares anyway)

The sad truth is, gue kena writer's block! You know, right? When a person/writer couldn't write something because of a sudden inability to produce a new work! Gue gak paham penyebab-penyebab dari penyakit ini karena tiba-tiba aja sesuatu ini menyerang dengan ganasnya. Gue sampe googling 'cara mengatasi writer's block' tapi percuma karena ternyata (menurut gue) penyakit ini tergantung pribadi masing-masing aja sih buat ngatasinnya. Yang kuncinya juga cuma satu yaitu: niat! Kalo gak niat yaudah, the end.

Terjadi banyak peristiwa dikala gue terkena writer's block; seputar perkuliahan, libur pra UAS, waktu UAS, habis UAS, tahun baru, infinite, hasil uas, et cetera et cetera. Dan kayaknya gue gak bakalan nyeritain itu karena ini menyangkut harkat dan martabat, bahaya kalo dunia tau. (lagian juga gaada yang mau tau)

Sekarang gue lagi enjoying life; jadi 99.9% anak rumahan. Kerjaan gue tiap hari sama; bangun tidur, cek sns, mandi, makan, twitteran, sketching (gagal), nulis fanfic kalo nemu ide, baca fanfic, socializing with fellow inspirits, tidur. Udah.  Itu aja sih. Kalian-kalian yang menjalani hidup normal (ew.), pasti gak bakalan tau rasanya kayak gimana. Pasti banyak dari kalian yang berpendapat obsesi gue terhadap hal-hal yang berbau korea (wisely speaking, the fangirling thing is not only about a korean band, tho (i.e 1D/5SOS/maze runner, even!)) itu adalah sesuatu yang gak penting.

"Duh ngapain sih lo ngurusin ginian? Ngaruh banget sama hidup lo?"


Ngaruh. Karena ini hiburan gue. Karena gue naruh interest (and money. and life. and feelings) sama mereka. Because they entertain me. Enough said.

Gue sampe bikin akun twitter khusus buat fangirling, dan menutup personal account.

Bukan berarti gue menutup akses dengan real life ppl ya, duh, please. Menutup akun twitter bukan berarti gue berhenti menjadi manusia dan beralih menjadi makhluk cyberspace. Meskipun kadang (most of the time, I meant) gue memilih untuk menyendiri dan menjaga jarak dengan teman-teman pas liburan ini. Gue mengakui gue gak normal dan gue nyaris mirip sama anak-anak tumblr yang kerjaannya di rumah berteman sama wifi, maen twitter dan, yah, reblogging gif-gif lucu di tumblr. Sometimes we need a space, you know.

Ok, bye. 




Senin, 19 Mei 2014

Instagram itu ya...


Dulu, kalo pas habis kenalan sama orang gitu, kita bakal nanya: "Facebooknya apa?" kemudian seiring waktu berjalan, ganti lagi, "Username lo apa? Follow gue ya", dan sekarang, "Follow instagram gue ya?". Dan hal yang biasa terjadi adalah: Elo minjem hape temen lo, terus elo buka app Instagram, terus lo buka profile lo, lo like in semua foto lo yang ada disitu. Habis itu tinggal nunggu aja deh lo bakal dibunuh atau dicekek sama temen lo itu. Yeah? Yeah.

Instagram udah beberapa tahun terakhir ini jadi hal paling happening and we can't miss any single day without checking it. Entah mau upload foto-foto seru lo (makanan, tempet nongkrong keren, temen-temen unyu lo, family outing, date sama pacar, even your damn foot!), entah mau liat apakah seseorang tertentu update foto terbaru (uknowwhatimean), entah mau ngecek apakah olshop langganan lo upload produk terbaru, basically, everything you follow lah. Instagram emang tempat yang asik, gue akui itu. Foto-foto lo yang norak pun kadang bisa jadi sesuatu yang keren (gak juga sih, norak ya norak aja) karena dibantu dengan filter-filter yang disediain disitu. Cuma kayaknya sekarang ngetrend-nya pake VSCO, LUZMO, Pixlr-o-matic, Rhonna, sama Photogrid deh. Ya kan? Wkwkwk. Instagram lama-lama kehilangan fungsi utamanya.

Dan lo tau kan, Instagram is one of those annoying places where people judge brainlessly, where people advertising things oh so stupidly....anything whatsoever.

Sabtu, 17 Mei 2014

It still hurts (like shit)

credit: 10minutes

Noooo I'm not going to reveal any of my privacy again (tho actually there is nothing to hide anymore since I already revealing too much), I will talk about *ehm* Infinite Sungyeol. Yes. The one and only Prince in the Far Far Away Kingdom under the endless rainbow with unicorns all over the hills. This is not a bullshit (at least in my dream).

I've been thinking about this since what? The first time I like him? Yeah. I guess. My question is none other than: "Why did he get the least line?" "Why did he stand on the very corner?" "Why did he dance on the very back?"

Still left unanswered. All of them.

I couldn't help but it hurts to see. When the other got a line and Sungyeol didn't. When the others got a solo shot and Sungyeol didn't. Why. Just why. Well, about me saying that Sungyeol got no solo shot it's not completely true, almost. The situation is nearly this way: Sunggyu (8 times) Dongwoo (6 times) Woohyun (8 times) Hoya (9 times) Sungyeol (4 times) Myungsoo (10 times) Sungjong (7 times). There! There has been absolutely a situation like that. I'm so upset I couldn't help it. He is like the most innocent person I ever met in my life *lies*. Blah, at least he is not faking anything and that's why he is more charming than anyone in the group for me (my opinion. idc bout urs). He has a very bright smile and it looks so innocent and pure and just like an angel. He is not denying anything about his mistake in the past. He is sincere. But, well, I love him but I couldn't deny the fact that he has an explosive character. He is ignorant (sometimes). He is careless and cannot take care of his body. What could I expect? He is a human, too. Everybody makes mistake.

Back to da topic guise. Okay, I hope that he will get more part in this album. Sajangnim said there is a member with improved vocals. Who could it be? I hope it's Sungyeol *le creys a river*. When I was writing this crap, I noticed that Melon released a video of Last Romeo MV making (idk man, making teaser?), I don't know I haven't watch it but when I scrolled down my tl I saw a tweet: Sungyeol got no solo shot dhdienediddldldk. What. WTF. Right when I was having a thought about him getting more shots and lines?! And then something popped up on the very top of my tl, well, Sungyeol's shot. When the others have (at least) 2, he only has 1. I don't know if there is more and just not revealed yet. Idk. Let's just wait and wish for the best of him (or woollim, if they are kind enough).

Jumat, 24 Januari 2014

Shitty

Jang Dong Woo's airport fashion


Hal-hal yang sering gue lakuin pas lagi gak ada kerjaan, selain maen ask.fm dan nontonin video gak jelas adalah...nge-blog. Entah, rasanya kalo abis cerita panjang lebar disini itu kayak abis nyedot WC; lega. Iya sih, emang cerita-cerita gue disini keekspos di internet, bisa dibaca semua orang, lantas...emang kenapa? Cerita juga cerita gue, selama masih ada sensor, elo-elo yang pernah gue omongin disini gak bakal rugi kan? It's not like someone will ask me: "Siapa namanya? Apa username twitternya? Sini gue labrakin!" after they read my story. Enggak kan? Yaudah. 

Gak dikit juga temen yang bilang sama gue, ngapain sih cerita-cerita gituan di blog? Alay. 

Yaudahlah, alay menurut lo kan? Menurut gue ini enggak. Ini seni. Seni mengekspresikan diri lewat tulisan. Tulisan gue emang gak bagus-bagus amat kok, EYD juga semrawut, but at least aku nyoba. Kadang juga, pas lagi nulis-nulis gini, selalu ada titik dimana gue bengong, ngeliatin tembok, nulis apaan lagi ya? Dan sekarang gue nyadar, tulis aja apapun yang ada di otak elo. Ok, gue bakal tulis apapun, tapi jangan ketawa, karena ini bakal terdengar kampung dan anak TK banget.

Gue sekarang lagi: Laper. Iya, gue laper. Lemari es lagi kosong, mau makan roti juga ini udah jam berapa, masa mau ngarbo? Selain itu juga gue udah mager banget. Entah siapa yang naruh lem tikus di kursi kerja gue. Emang dimana-mana, di belahan dunia bagian manapun, di planet manapun, apa-apa itu selalu kalah sama yang namanya males. Tau Indonesia dapet kemerdekaan darimana? Dari masyarakatnya yang males. Males ditindas! Males disuruh kerja rodi! Males. Pokoknya males. Dan dari males itu Indonesia merdeka 17 Agustus 1945. End of story.

Selain laper, gue lagi ngidam snapback. Sebelum-sebelumnya gue gak pernah tertarik sama hal-hal kayak topi, apalagi yang feminin kayak bowler hat dan lain-lain itu. Tapi hari ini gue nyobain punya temen, trus katanya pantes, jadi pengen kan sekarang....zzz. Yah, tapi gue gak ada niat buat belaga keren kok. Gue bukan orang yang suka ngikut-ngikut apa yang lagi hits. Kalo misalnya yang ngehits itu model rambut ala Miley Cyrus twerking, masa gue harus potong rambut kayak gitu juga? Enggak kan? Menurut gue ya pake yang lo nyaman, yang bikin elo pede, yang keliatan pas di elo, bukan maksa-maksain. 

Sekian nulisnya. I've something to do...darurat

Minggu, 05 Januari 2014

Besok adalah?



Di bawah lampu tidur, seseorang termenung dengan sebuah handphone di tangannya. Berulang kali ia membelalakkan mata, melihat sesuatu di layar handphonenya, seolah sekali saja tidak cukup jelas. Kemudian ia menampari pipinya, menjambaki rambutnya, mengambil silet dan merobek tangannya, sial, cuma tetanus, gak jadi mati. Tamat.

Sebenarnya itu tadi apa sih? -_-
Itu cerita pembukaan. Biar dramatis dikit.

Jadi itu maksudnya gue, yang masih dirundung ketidakpercayaan terhadap tanggal hari ini. Iya, ini tanggal lima. Setelah angka lima, terbitlah angka enam, dan angka enam itu tidak diikuti dengan bulan Desember atau dengan tahun 2013, tapiiiiiii 6 yang ini adalah 6 Januari 2014. It's the Day, man. It's the DAY! Kebayang gak sih, setelah sekian lama kita ongkang-ongkang kaki di rumah sambil nonton Barbie, mandi jam 12 siang, maen sama komputer sampe lupa makan, kumpul bareng temen sampe lupa jalan pulang dan pas mau pulang mendadak aki motor abis (itu gue), lalu... lalu mendadak pas kita mau tidur, kita buka twitter dan melihat obrolan seputar 'Besok Masuk Sekolah' bergentayangan di timeline, gimana perasaan kalian? Gimana?! Sedih. Seperti belum lengkap, ada sobat gue yang kirim pesan Whatsapp dan isinya...

[...tau gak? Hari ini H-99 unas loh]
[Hm...brengsek :")]

Sebenernya, hari pertama masuk sekolah pasca liburan semester itu sweet sorrow, bitter sweet, atau terserah lah mau nyebut gimana. Ada senengnya, gak enaknya juga ada (cenderung lebih banyak malah). Senengnya sih, ketemu temen dan bisa pake seragam sekolah. Pake seragam sekolah? Iya. Kebetulan gue suka pake seragam. Entah kenapa. Gak enaknya mah, ngabisin bensin, ngabisin duit, harus belajar, ngerjain tugas, ada pr, harus bimbel, harus les, ada try out... fyuh, ternyata banyakan gak enaknya. Tapi, kalo pas ditanya mending libur panjang atau di sekolah tapi jam kosong terus, gue gabisa jawab.

Selasa, 31 Desember 2013

Childhood Friend


Aku capek. Udah terlalu sering mengeluh dalam hati akan acara-acara televisi masa kini. Kemanaaaa perginya mereka semuaaa??

Ingat? Waktu SD, waktu SMP, dimanakah kita berada setelah pulang sekolah? Di rumah. Nongkrongin Naruto, One Piece, Inuyasha, atau Hunter x Hunter. Sebenernya masih banyak yang lain tapi yahhh udahlah, sedih nyebutin nama-nama mereka yang udah tiada. Anime-anime keren itu sekarang udah abis gak bersisa. Space toon juga sekarang di tv gue udah lenyap entah kemana. Sekalipun ketemu juga pasti acaranya udah beda banget dari yang dulu. Sedih gak sih...

Sekarang? Gue harus mau repot streaming atau malah download video-videonya. Andai di belakang nama gue ada 'Tanoe'-nya, atau minimal nama Om gue, bakal gue rayu abis-abisan deh itu biar animenya dibalikin lagi. Anak SMA sama anak SMP kalo pulang sekolah suka telat soalnya udah gaada lagi yang ditungguin di tv. Anak SD mah masih doyan sama kartun yang sekarang, kayak yang di A*TV itu. Yang sekolah menengah ini nih repot, seleranya udah terlanjur kecantol sama anime, mungkin ada sih beberapa suka sama kartun baru itu. Gue gak termasuk.

Kadang, kalo sore-sore pulang sekolah, karena lagi gak ada bimbel atau lagi gak nongkrong, gue terbujur dengan bosan di depan tv. Bolak balik mencetin remot, mulai dari TransTV sampe NET. yang terakhir sendiri, dan nelangsa dalam hati. Dulu mah nganggur-nganggur gini asik mantengin Samurai Deeper Kyo, Inuyasha, Naruto, One Piece, sampe yang temanya sepak bola kayak Tsubasa sama Hungry Heart. Gak peduli mau episodenya diulang berkali-kali pun, gue masih doyan. Bisa dibilang anime ini yang bikin gue suka daydream pas SMP dulu, jadi sumber inspirasi, kadang, kalo bisa dibilang yang lebih melankolisnya lagi, dijadiin motivasi. Gara-gara anime juga gue jadi suka koleksi majalah Animonster yang seiring berjalannya waktu semakin mahal harganya. Hhm.

Dan tau gak, yang ditunggu-tunggu selain anime itu apa? Iya. Drama Korea.

(enggak. gue gak bakal bahas itu kok ntar)

Jumat, 20 Desember 2013

The Heirs


HAIHAIHAI

Pertama-tama, mau sedih-sedihan dulu nih gara-gara The Heirs udah mencapai ending. Dan yah, taulah, ketebak banget drama Korea itu endingnya kayak apa. Such a cliffhanger gituloh. Kenapa Youngdo paling enggak dikasih cewek baru, atau bisa berteman lagi sama Kim Tan, yah mungkin ketemu sama Ibunya yang notabene adalah salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi hidup dia itu udah lebih dari cukup. Emang ya, orang jahat baru jadi orang baik masih belum bisa muluk-muluk bahagianya. Writernya emang hebat. Ceritanya realistis dan terkesan: "Ya ini hidup yang sebenarnya". Buat bikin ending juga gak perlu klimaks-klimaks banget, penting ada kejelasan, walaupun dikit sih. Kayak kita hidup, ada masa disaat kita merasa bahagia, problems solved one by one, tapi ya tetep, kedepannya masih blur, gak tau apa yang ada di depan kita nanti.

Entah kenapa di tulisan ini pengen banyak bahas Choi Young Do. Dari awal liat The Heirs agak kaget liat Woobin rambutnya dinaikin dan dikasih pomade kayak gitu. (emang iya pake pomade?) Tau gak sih, alisnya itu loh, nyeremin. Ya emang sih awal liat The Heirs juga cuma iseng doang, mana tau kalo castnya ada si Woobin, terlebih lagi rambutnya yang kek gitu. Udahlah.

Awal mula liat karakter Youngdo, udah bisa liatlah perilakunya yang antagonis itu. Si tukang bully, anak orang kayak sok yang ngerasa paling berkuasa di sekolah. Iya, anak TK banget kan? Anak TK yang suka sabotase ayunan sama mainan-mainan khas TK lainnya. Tapi seiring waktu berjalan, seiring banyaknya kejutan-kejutan yang dia dapet dari seseorang macam Cha Eunsang, sifat Youngdo mulai berubah sedikit demi sedikit. Kekanak-kanakannya masih ada sih, cuma dikit. Hhhmm....

Bersambung deh...

Jumat, 29 November 2013

Pawn


Kebodohan. Suatu hal yang terdeteksi sesaat setelah (atau bahkan semenit setelah atau kalau mau yang lebih bego lagi ya sedetik setelah) kita berbuat sesuatu. Sama seperti saat kamu makan rendang 5 menit sebelum waktu berbuka di bulan puasa, ya, rasanya seperti itu. Tidakkah kamu merasa bodoh? Apa alasanmu? Lupa? Lupa kemudian ingat lagi? Kamu pikir kemana perginya memori itu disaat kamu lupa akannya? Ya itu mungkin saraf bodoh kita sedang mengambil alih, menyembunyikan sebuah fakta dan sebuah peringatan bagi kita hanya untuk sesaat, tepat sebelum kita melakukan sesuatu, kemudian mengembalikannya lagi saat semua sudah terlanjur terjadi dan terucap.

Entah teori darimana itu, yang jelas itu semua yang terlintas di otakku. Biar. Biar saja semua itu terdengar gila dan tidak masuk akal, sampai suatu saat nanti teori ini akan muncul di sebuah buku mata pelajaran, tertulis tepat di bawah namaku.

Ok. Mungkin aku memang sudah benar-benar tidak waras.

Ketidakwarasan ini rupanya adalah sebuah dampak dari sebuah peristiwa yang terjadi hari ini. Sesuatu terjadi, dan aku merasa gila setelah melakukannya. Berangsur-angsur aku berpikir, mengapa aku jatuh di lubang yang sama? Jika dulu lubang itu berisi ular, apakah kali ini aku berharap ular itu akan berubah menjadi emas? Sejujurnya iya dan sekarang aku bingung mencari kepastian dari semua kekhawatiranku ini.

Apakah aku harus diam, pasrah, berserah, dan menunggu seseorang datang memutuskannya untukku? Lagi? Setelah menengok ke belakang, ternyata ide itu adalah ide yang buruk. Mungkin tidak seburuk itu, aku memang tersakiti di awal, tapi kemudian aku menemukan kebaikan darinya, meskipun terkadang masih tersakiti juga. Masih terdengar tidak adil bukan?

Seperti pion kayu usang yang berdiri di tengah papan hitam putih, berhadapan dengan Raja beserta ksatrianya, ragu akan langkah yang akan dipilih. Ke belakang tidak bisa, maju pun banyak risikonya. Apa? Apa yang bisa dilakukan? Butuh pemikiran matang untuk bisa maju, menerjang yang lebih kuat dengan segala risiko yang mungkin akan didapat.

Rabu, 20 November 2013

Tentang



Hal-hal yang udah biasa kita alami emang ngebikin kita terbiasa. Even the unusual one. Even the uncomfortable one. 

Mungkin awalnya emang kayak gak ada apa-apa, tapi ternyata lama-lama gak nyaman juga. Gimana bisa aku ngejalanin sisa-sisa masa SMA ku dengan keadaan yang kayak gini? Keadaan yang paling bisa bikin gak konsentrasi di kelas. Emang sih, aku udah belajar buat care less dan masa bodoh sama hal-hal yang emang gak pantes buat dipikirin. Eh, tapi kayaknya masih pantes deh buat dipikirin. Ya. Terserah aja. 

Kapan ya terakhir kali aku ketawa, ketawa yang bener-bener ketawa di kelas? Kapan ya? Hhmm....lupa. Atau emang sangking udah lama banget, makanya lupa? Kayaknya sih gitu.

Pura-pura itu sakit gak sih? Pura-pura itu enak gak sih? Enggak. Udah jelas kan? Apa enaknya terpaksa buat tersenyum, mengatakan "Gak apa-apa" ketika orang lain bertanya ada apa. Apa enaknya berdiri di pojok, sendirian, di antara orang-orang yang tertawa bahagia. 

"Kenapa kamu gak mau join?"

Karena ketika aku masuk, ketika aku memaksakan diriku untuk mengikuti, apakah akan mengubah segalanya? Perubahan memang butuh proses, tapi bukan ini caranya. Bukan ini caraku.

Banyak hal yang tidak aku ketahui, karena waktu yang cukup lama ini. Menyadari bahwa secara tidak langsung aku bukan lagi sebuah prioritas. 

Terabaikan. Dibuang. 

Aku...aku benci dua hal itu. Sangking bencinya, sekali saja aku diperlakukan seperti itu, yang aku lakukan hanyalah diam, diam; tak mengejar. Karena jika aku mengejar lalu aku dibuang lagi, diabaikan lagi, sebodoh itukah aku mau menyakiti diri sendiri berulang kali?
 

Kamis, 07 November 2013

A Friend

source: instagram

Have you ever heard about an Angry at Friend poem? No? Well, this is some of the lines:

I need to figure myself out
I need time, I need space
But I hate being alone
I hate the silence
I hate your face


Is that too harsh? No, I thought. 


Sebenernya masih panjang kalo mau lengkap, tapi sepertinya hubungan kita gak segitunya banget, jadi ya aku ambil awalnya aja.

Teman. Kalian semua punya teman kan? Punya sahabat kan? Ya, obrolan ini emang basi banget tapi keadaan lagi memaksa aku buat ngomongin ini. Ketika kamu dikecewain sama salah satu teman/sahabat kamu, apa yang bisa kamu lakuin? Gak selamanya kita bisa negur, gak semua masalah yang kita dapet, bisa kita bicarain. Kadang kita cuma butuh diam. Iya, sekalipun kamu benci itu.

Perubahan dari diri kita, kadang gak kita sadari kalo orang lain belum menegur. Aku merasa fine, yah, mungkin not 'that' fine, tapi, yaaa, beginilah aku, ini hidupku. Masalah datang, masalah pergi, aku mana ada waktu buat berkaca, apa yang berubah dari aku selama ini? Sampai beberapa sahabat menegurku. Aku hanya bisa terheran, sejenak melamunkan segalanya. Apakah iya?

Tiga tahun yang lalu, aku mendapat masalah yang sama, sampai di titik dimana orang-orang disekitar merasa kasihan. Ah, sudah, gak usah bahas histori.

Jadi ya, what to do? Nothing. Perhaps.

Aku diam-diam belajar untuk tidak terlalu mempermasalahkan apa yang pernah aku 'beri' ke orang lain. Beri, bukan berarti materi. Mau mereka pas butuhnya doang mampir ya gak apa-apa lah, terserah. Tapi kalo gak bisa berempati dengan orang lain ya, duh, apa banget! Orang gak bisa dipaksa emang kalo masalah batin, tapi kita kan butuh itu, tolong aja deh, belajar pelan-pelan. Biar peka, biar sensitif-an dikit, biar gak kayak batu, keras. Tapi ya ada aja, orang yang peduli sama orang banyak, tapi giliran individu...blas.

Senin, 28 Oktober 2013

Fresh Shits From The Toilet

 


Belajar jadi orang yang 'baru' emang gak pernah gampang. Kecuali, kalo kita udah paham sama syarat dan ketentuannya. Biasanya sih kalo belom dibrengsekin orang ya susah mau berubah, soalnya...belum dapet kaidah mungkin? Jadi ya gak termotivasi dan terdorong gitu.

Jadi, kalo dalam hidup kita ini kita udah pernah ngerasain sakit hati, iya, bukan sakit hati yang ecek-ecek, kayak pas kamu ngejawab pertanyaan guru terus gurunya gak denger terus ada temen yang nyuri jawaban kamu dan neriakin jawaban itu sehingga gurunya mendengar dan mengakui 'kehebatan' temen kamu yang dia curi dari kamu, bukan, bukan kayak gitu. Sakit hati yang ini itu beneran, sakit hati yang ini itu yang bisa bikin kamu males makan seharian, bikin kamu (semakin dan semakin) gak semangat sekolah, bikin kamu bikin playlist lagu menye-menye yang isinya konspirasi hati semua, ya, yang kayak gitu. Dalam masa sakit hati itu yang jelas ada fase-fasenya yah. Yang pertama ya sakit itu sendiri. Kedua, fase menyalah-nyalahkan, memperinci masalah, dan mungkin membenci subjek yang bersangkutan. Ketiga, fase galau-galauan. Keempat, fase sadar diri, udah nyadar bahwa selama ini aksi kalian itu alay banget, gak dewasa banget, dan sadar bahwa inilah saatnya membuat perubahan. Kepuasan itu terletak pada, "Nih, gue udah move on, gue udah ikhlas se ikhlas-ikhlasnya, terserah lo mau apa deh sekarang"

(Entah yang aku jelasin ini in general atau 75% nya adalah curhatan diri sendiri)


By the way, ini gak perlu dijelasin kan subjeknya siapa? Kasusnya apa? Gak perlu kan? Ya karena aku yakin yang baca ini paling-paling juga udah pada tau.

Perubahan itu ya, kalo versi aku, yang jelas ikhlasnya dulu. Terus ambil hikmah dan pelajaran dari semua yang udah terjadi. Terus, care less, karena kepedulian itulah yang sesungguhnya ngebuat kamu sakit terus-terusan. Coba kalo kita bersikap gak mau tau, gak kepo, gak stalking-stalking, pastinya gak jadi beban kan? Pastinya gak bakal ada pertanyaan/pernyataan aneh-aneh lagi yang berputar di kepala kamu. Terus, gak usah nyesel, manusia emang sering kejegal sendiri sama keputusannya, tapi ya itu udah jalan kalian, kalian yang milih itu. Nyesel cuma bikin kita susah lepas. Inget. Aku gak mau cerita banyak-banyak deh, langsung aja yang terakhir, yaitu senyum. Senyum doang. Gampang kan? Hehehe, karena dengan tersenyum dan tertawa bisa bikin kamu lupa sama hal-hal negatif yang ganggu kamu. Hehe.

Itu aja sih. Bye.

Minggu, 13 Oktober 2013

Period


Hai!
Udah lumayan lama ya sejak terakhir kali nulis-nulis disini. Alhamdulillah saat ini aku berkesempatan buat nulis lagi, entah kenapa. Padahal biasanya ya, pas udah nulis sampe 2 paragraf gitu, mood langsung ilang. Kalo mood udah ilang, daya kreativitas juga menurun dengan sendirinya. Ya, inilah manusia. Gak semua sih tapi ya...udahlah.

Malam ini adalah malam Senin, dan kalian tau apa yang spesial? Kalo biasanya jam segini aku masih sibuk nyiapin buku dan seragam buat dipake besok, sekarang lagi enggak. Karena apa? Besok LIBUR VROHHHH! YAY! :D

Ini langka. Super langka banget. Catet itu.

Dan anehnya...

Biasanya sih, kalo besoknya libur, jam-jam segini ini adalah jam dimana aku lagi giat-giatnya maen sama twitter, nyari temen buat chatting, blusukan di facebook, ubek-ubek blog orang, atau mungkin juga stalking twitfamous buat di rt-in tweetnya, atau download video, atau...yang lain-lain deh, tapi sekarang....

That period is ON ME again.

That period? What period? The monthly one? NO. Period yang ini, adalah keadaan dimana aku lagi not in the mood to check my phone, so I just simply turn it off, or turn the silent mode on, or turn the airplane mode on, so that no one can disturb me. That's it! Entah apakah ini sindrom, yang jelas ini gak aku buat-buat. Tiba-tiba menyerang aja. Yeah. Bisa dibilang ini mode ansos, dimana aku gak mau socializing with anyone. Even the important ones. Like besties or even a boyfriend (if I still had one). Ahahahaha.

Ah udahlah...

Senin, 01 Juli 2013

BB: Edisi Awal Juli


Selamat datang bulan Juli!!! (bulan gue nih. D-13. catet!)
Masih awal bulan nih, masih seger. Dan biasanya kalo kita mengawali dengan baik insyallah akhirnya bakal baik juga. Amin mendalam lah. Hari ini aku lagi di Jombang, kota yang panasnya naudzubillah. Kalo aku bisa teleport, aku bakal langsung cus ke Arktik. Numpang tidur di dalem iglo. Mati, mati deh kena hipotermia.

Aku juga tadi iseng buka kalendar. Tanggal satu Juli, hari Senin. Senin ya, masih 2 minggu lagi sampe aku bisa merasakan nyamannya dibalut seragam putih abu-abu. (njir) Tapi sumpah deh, aku kangen pake seragam. Seragamnya DOANG. Sekolahnya juga deh. Apalagi sekolahku mampu meninggalkan kesan mendalam kalo ditinggal. Gimana enggak, sekolahku bentuknya unyu munyu macem ruko gitu. Kangen deh sama alaynya.

Ngomong tentang sekolah, ilmu-ilmu yang aku dapet apa kabar ya? Masih bisa gak ya kalo disuruh ngerjain soal Turunan Fungsi lagi? Masih inget gak ya kalo disuruh jelasin pengertian Stratifikasi Sosial lagi? Jawabannya...gak tau. Diem-diem aku sedikit nelangsa, kasian sama si otak yang nyaris berkarat gara-gara gak pernah diasah lagi. Rasanya sayang banget udah berjuang belajar di hari-hari yang lalu, di hari-hari dimana ujian jadi momok terseram dalam hidup. Tapi sekarang udah ilang menggelinding entah ke hilir bagian mana. IQ gue berapa ya sekarang?

Tapi ya...kurang gila apa sih? Anak sekolahan mana liburan-liburan gini ngerjain matematika? Milih baca buku sosiologi daripada baca komik. (atau baca blog dan nulis di blog, kayak aku) Kecuali kalo emang aku senganggur Archimedes yang bikin penemuan pas dia lagi berendem dalem bathub. Pssh... (iya gak sih di bathub? gatau deh)
Aku termasuk manusia yang bangga sama nilai intelek. Aku bangga sama IQ-ku. Padahal terakhir aku tes itu...2 tahun yang lalu. Bodo amat sih.

Jadi kalo mendadak turun ya...entahlah. Langsung cari parang deh buat asah otak.

Selasa, 11 Juni 2013

A Boy and The Guys


A boy has two different roads in his love-life. First, is a crush, someone the boy might fall in love with because of her looks, her outer beauty. Second, is someone the boy feels comfortable with, someone the boy likes because of her personality, her inner beauty. Between these roads, a boy, or even a grown-up man, feels the difficulty of choosing, and their ego speaks.

I might be not a professional in this (so-called) psychological thingy but this is what I saw from my point of view.

Someone ever said: "She's gorgeous. I like her. I want her to be my girlfriend" and deep in his mind, he said again "So that my friends would envy me for having her as my girl"

That's real, though, someone said that years ago. And now that I thinking about it again, he is so naive and pathetic, well, he is just a boy in his puberty. What could I expect from him? 

And nowadays, many guys thinking that having someone so gorgeous outside is making them proud. Proud that their friends envy them, people not looking down at them and whatever. But that's not what love is about, seriously. 

It's 2013 already and maybe I'm not in my position to say things like this but, again, could you at least use your heart, please?

Rabu, 13 Maret 2013

MIDTERMS: Day 1 & Day 2

Hoyayaho on his midterms (or maybe not)

Hello guys >o<

The title above explained a lot of shit happened recently. Yeah, it did explain why I didn't appear on this blog for... 9 days? Well, that was such a long-time. 

Let me tell you what's the best part of this week. I'd a midterms test! It started on 11th of March and the first subject was Math. LOL tell me what's worse. It's not like I really hate Math (but yes, I hate math), but LIMIT was just too much. *le cry* And FUNCTION too. At that moment, I still had 9 more questions left unsolved when the bell almost rang. Ohhh maaannn, if I got 9 questions wrong then I wouldn't pass the test, wtf! -_- KILL MEH! 

Today's subjects were Economy and ICT. I did a good job on ICT but I did not really sure with Accountancy -__- Hate itttttt! I had to calculate things but the teacher didn't give us an extra paper. Where do you think I'll calculate that? On the table? The wall? Our uniform? The number had a lot of zerozerozerozerozerofivefiveseven and I couldn't just calculate things like that on the air. *can't breathe*

Okaayyy that was my rant today. And tomorrow will be my Day 3. Wait for my other midterms edition story! 

Minggu, 30 Desember 2012

Jovinsey Awards 2012

Hello, guys! Firstly, I would like to say HAPPY NEW YEAR 2013!! *whistle* (yeah since I don't have any trumpet) Maybe it's still 31st but who cares? LOL

I live in this blog for 2 years and I want to make something different. You know what it is? Yeah, right, an award! Jovinsey Awards 2012! HAHAHA really guys, I feel totally weird now. But I want something fun, something special, something magnificent (?) -_- okay forget it please! Uhmm, these awards are made by me. All of these awards are ME-ish! All of it are taken from my point of view. Don't judge, okay? Who made it? Me! I've a right for any single award here. 

This is mine, if I choose INFINITE Lee Sungjong as The Most Beautiful Man of The Year so that's it. (Well, it's true, though)



(The awards are weird! It's a warning to you)


LOCAL TREND/SCHOOL-LIFE CATEGORY


Quote of the year
BAYU SKAK



The Quote is something he talk about 'your life is your oyster'


Video of the year: 

BAYU SKAK


You can check his videos on YouTube  

Best Indonesian Movie: 
Perahu Kertas



The first part is about to air at SCTV (local Indonesian channel), tomorrow @ 19:00. That's totally a GOOD MOVIE! And here's my favorite quote: (found it on tumblr)


STETSA's Teacher of The Year: 
Mrs. Wiras

LOL! She's a Biology teacher, I can't give you her picture because it must be disrespectful to her :p

Class With The Strongest I-wanna-sleep Aura: 
Economy

Really guys, this is no joke, once the teacher come in I feel so sleepy all of sudden. And I can't tell at how many students fell asleep during his lecture. 

Kamis, 27 Desember 2012

Quote of The Year

And the 'Quote of The Year' of 2012....GOES TO: 

BAYU SKAK!! *cheering*


Here's the quotes: 

“The world is your oyster and one day you’re gonna find your pearl. But if your oyster got no pearl, in that case you need another oyster which mean you need another world, so.. yeah, there is no hope for you. Get lost.” 

- Bayu Skak -

Selasa, 02 Oktober 2012

Fight Against My Personality 4: Jealousy



Jealousy.
Everyone feels it.
Everyone experiences it. 

Nyari contoh kecemburuan sosial itu gampang, coba deh buka twitter, periksa timeline dan disana kita dengan mudah menemukan salah satunya, dengan topik random dari yang puenting sampe yang gak penting sama sekali. Aku sempet bingung, disaat temen-temen pada envy sama sesuatu, aku cuma bisa envy dalam tempo waktu yang terlalu singkat. Kebanyakan kehapus sama pemikiran lain. Aku ini normal atau tidak.....

Kayak yang kemaren-kemaren, pas jaman-jamannya SMTOWN Jakarta. Banyak temen aku yang gak bisa nonton itu nangis-nangis, iri sama yang nonton lah, iri sama yang jadi lucky fans dan dipeluk Changmin-Kyuhyun lah.....aku jujur sih, iya awalnya aku emang sempet iri sama mereka-mereka yang beruntung itu. Tapi itu gak berlangsung lama. Alasan: unknown

Aku nyari, terus mencari sampe akhirnya aku ngerasain sesuatu. Ternyata aku cemburu bukan pada sesuatu yang orang lain dapatkan, dalam tanda kutip secara materi. Tapi melainkan dari keaslian mereka secara lahiriah, dalam kata lain, sifat mereka. 

Aku iri sama mereka yang bijak, mereka yang ceria, mereka yang dewasa menyikapi masalah, mereka yang cerdas, saat aku melihat sifat-sifat 'apik' itu, aku cuma bisa berkaca....dengan aku yang begini, kapan aku bisa menjadi seperti mereka? Dari situ aku belajar bagaimana supaya aku bisa seperti itu. Aku berusaha menjadi lebih dewasa, berusaha menjadi lebih kritis lagi, berusaha lebih menghargai dan memahami perasaan orang lain, berusaha menjadi lebih peka, berusaha memandang dari sudut pandang yang berbeda, ya, dari kecemburuan itu aku belajar. 


Kecemburuan akan menjadi hal yang baik saat kita dapat mendapat hikmah dari subyek yang menjadi alasan kecemburuan kita :) 

♥Firnanda.

Minggu, 30 September 2012

Fight Against My Personality: Part 3


Dengan datangnya suatu masalah, alangkah baiknya kalo kita gak cuma mikirin diri sendiri aja. Tau sih, dengan adanya masalah itu kita sendiri juga udah sempet dibikin pusing. Tapi coba deh, bayangin kita ada di sudut pandang orang yang bermasalah sama kita itu. Tujuannya biar kita gak gegabah dan meningkatkan toleransi. 

Kita jadi bisa mikir: 
"Oh, iya sih, aku jadi dia juga pasti bakal sebel juga!" 
"Pantesan dia semarah itu, ternyata gak aku doang yang sakit," 

Orang-orang yang gak terlibat juga bisa mencoba ini, biar lebih relatif dan gak saling pihak-memihak :)



(c) Firnanda.