Tampilkan postingan dengan label things about college. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label things about college. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 September 2016
karena lagi kangen nulis disini jadinya aku nulis lagi
Emang manusia ya.
Wishlist #1 udah dicoret nih ceritanya, tapi kemudian nambah lagi listnya. Begituuuuu aja sampe kertasnya abis.
Jadi, atas ijin Allah dan atas kuasa-Nya, doaku yang aku tulis di postingan ulang tahun kemaren udah terkabul. Alhamdulillahhhhhh
"I just hope I can increase my GPA by a number or more. It's depressing to think about it. Imagining the lecturers and the sins I've made in the process of my study. Oh hell no I've done a lot of unthinkable mistakes. Please, God, it's about time my GPA shines as bright as the stars."
Itu yang aku tulis dua bulan yang lalu. DAN GUESS WHATTTT? IPK aku naik! :"))) By 0,3xx! Alhamdulillah banget subhanallaahhhh. Liat itu tuh rasanya kayak beban di pundak ilang semua. Lega banget sampe mau muntah.
Dan ada satu lagi wish yang udah kesampean. Akhirnya aku dapet laptop. Laptop gak baru sih, Ayah dapet dari kantor katanya. Tapi lumayan lah ya, masih bisa digunakan dengan baik meskipun batere agak bocor dikit. Dikit. Yes.
Ok, sampe lupa tadi mau nulis apa :( sedih
I wanna write about the things I did for the last two months.
AKU BALIK NULIS FIKSI! ARGH!
Dan kali ini aku nulisnya bener-bener merhatiin grammar, vocab, plot, dan segala tetek-bengeknya yang DULU gak aku perhatiin sama sekali. Aku postnya di Archive, dan ya Allahhhh ternyata banyak yang suka aku seneng banget sumpah! Dan yang komen tuh writer-writer favorit aku yang Works-nya aku subscribe! Dan kudos yang aku dapet lumayan lah ya, pretty average but I'm pretty confident to say that I've improved by a lot!
DAN! JADWAL SEMESTER 5 AKU! holyshitmanthisisprettyfckedup ;;;;
Aku pulang ke rumah itu kayak buat mandi sama tidur doang. Bener-bener gak ngapa-ngapain lagi selain itu. Aku pengen banget ngekost atau ngontrak sama temen-temen. Tapi bilangnya ke orang tua itu loh agak berat gimanaa gitu. Udah UKT segitu gedenya, mau nambah ngeluarin duit kost lagi tiap bulan -_- bisa-bisa aku gak dikasih duit jajan lagi. Aku sampe bosen ditanyain "Lah? Jauh banget dong transport dari rumah ke kampus? Gak capek? Dari rumah berangkat jam berapa? Kalo macet? Gak mau ngekost emang?"
Sumpah sampe eneg dengernya :(
Aku juga pengen cerita yang laen-laen tapi sifatnya internal banget jadi gausah lah ya. Aku sendiri gak nyaman ceritanya.
Gitu aja
Bye.
Label:
bebas berekspresi series,
curcol,
diary,
share,
things about college
Rabu, 27 Juli 2016
let's just quit
I feel like shit these days. I might appear very fine. Too fine, actually. I wake up at 8, skip breakfast, watch comedy shows, play twitter, not socializing with anyone, eat dinner, read fictions, then I'll call it a day. Since the new semester isn't gonna start anytime soon.
But, the noise inside my head, the worries I keep in my heart, all the supposed-to-be-irrelevant thoughts, the uncomfortable bullshit in my guts, yikes! Sometimes I wonder if it's okay to just die.
"What kind of crap are you talking about? You look fine and happy! You can't be that stressed out!"
Well, ya, what do you know about me?
I never joke about 'stress'. It's a strong word to me. Don't play around using that term.
Sabtu, 13 September 2014
We're The Freshers
Dimulai di hari pertama, tanggal 2 September. Semua maba memakai seragam atasan putih dan bawahan hitam, cewek diikat ekor kuda rapi tanpa poni, membawa tas hitam dengan gantungan yang sudah ditetapkan, memakai nametag (yang gak aneh2, tinggal print dan dimasukkan plastic id card), sepatu pantofel hitam plus kaos kaki putih di atas mata kaki. Simple. Bawaan kita di hari pertama pun gak aneh-aneh, semuanya affordable dan mudah kecuali tugas-tugasnya yang pada ujungnya, TIDAK dikumpulkan. Untung gue ngerjain sendiri, kalo beli...bisa hilang sia2 rupiah2 gue. Mungkin berkaca dari kejadian2 di tahun sebelumnya ya, dimana ospek dijadikan ajang perpeloncoan terhadap junior, jadi ospek sekarang dientengin aja. Enteng tapi gak enteng2 banget.
Maba kumpul di depan gedung rektorat berdasarkan cluster masing2. Dari masuk gerbang itu para panitia korlap udah pada tereak2.
"Langkah dipercepat!!"
"Tidak ada interaksi!!"
"Gak usah lari!!"
Kira-kira itulah kata-kata yang diteriakkan. Awalnya kaget juga sih, suasana hening, adem ayem, tiba2 kakak2nya tereak2 kenceng banget padahal gapake toa. Hebat. Rasa2nya pengen gue tawarin permen herbal biar suara mereka gak serak. Sebenernya gue agak sebel juga sih ditereakin tapi kemudian gue inget sesuatu: ini ospek, men!
Selesai dengan itu, kita kumpul sesuai cluster masing2 dan mengikuti upacara pembukaan dengan khidmat dan menyenangkan. Mulai dari aksi tim Marching Band, paduan suara, aksi color guard, dan lain2 deh pokoknya keren. Setelahnya, kita digiring masuk ke gedung buat penerimaan materi dan acara2 yang lainnya. Singkat cerita kita udah dapet tempat duduk meskipun banyak yang kudu berhimpit2an, dan (something which cannot be missed) panitia korlap yang galaknya ampun2an. Gue kebetulan kan cluster 1, kebagian duduk di tribun, alhamdulillah bgt dah. Jadinya gue bisa ngeliatin suasana hiruk pikuk yang pada kebagian duduk di bawah. Dan gue memperhatikan satu panitia korlap, yang dandanannya islami sekali, memakai rok sendiri diantara panitia lain yang terlihat garang dengan setelan hitam dan merah. Si panitia islamiah ini ya, kalo diantara panitia yang laen, suaranya paling kenceng sendiri. Gue yang duduk di tribun sampe ngeri ngebayangin jadi maba yg duduk di bawah, gak pengang apa ya telinganya.
Penampilan seseorang benar2 menipu, ya, kawan.
Lalu selanjutnya ada banyak ceramah dari dekan dan kawan2, dari perwakilan aktivis mahasiswa kampus, sampe ishoma. Setelah ishoma, lanjut materi2 lagi. Jujur, kawan, mungkin semua susunan acara ini menyenangkan dan bermanfaat, tapi gue ngantuk berat jadinya gak fokus. Fokus gue malah pas acara mau habis, ada stand-up comedy, oi! Favorit banget pokoknya. Biasanya gue kalo sama comic itu cocok2an ya joke-nya. Sampai detik ini, gue cuma cocok sama Ryan Adriandhy dan Dodit Mulyanto, yang laen gue gabisa ketawa. Ajaibnya, sama comic asli kampus ini gue bisa nyambung bgt asli orangnya menghibur. Mungkin karena joke-nya juga gak lepas dari fenomena2 riil yang terjadi di daerah gue sendiri. Sayang, segalanya harus berakhir dan gue gatau bisa liat dia stand-up lagi kapan. Singkatnya, hari pertama selesai lah.
Hari kedua nanti saja. Capek gue pulang osfak LoL
Label:
crazy,
curcol,
diary,
sarap,
share,
things about college,
value plus
Rabu, 10 September 2014
The Thing About OSPEK
OSPEK. MOS, kalo jaman kita sekolah menengah. Lo tau apa? Sebut gue idiot atau bodoh atau terserah, tapi gue gak tau kepanjangan dari OSPEK itu apa. Seriusan! Dan gue sama sekali gak berniat buat tau, karena yang muncul di otak gue ketika mendengar OSPEK adalah: senior galak, pemberian materi, tugas, dan barang bawaan yang aneh2 dan ribet. Ketika kita complain tentang tugas2 yang kelewat banyak dan ribet, dosen2 act like there's nothing new 'bout that. Everything seems so ordinary and not out of place, so what is there to be murmured about?
Gitu!
Entah apakah dosen bersekongkol dengan panitia, atau karena mereka pernah mengalami yang lebih kejam dari ini. Opsi kedua yang paling bener, kayaknya. Kalo versi anak mudanya sih mereka kayaknya mencoba untuk berkata semacam ini: "Kalian cuma diginiin doang! Kalian gak tau penderitaan kita dulu kayak gimana!! Sakitnya tuh disini, NAK! DISINI!" *nunjuk pantat*
Indonesia dari dulu emang gini ya orientasinya? Sumpeh lo? Kasian bener.
Selama ini gue cuma bisa iri aja liat film2 luar. Yang orientasinya itu keren2. Mereka pake varsity jaket, hoodie, dan kaos yang ada tulisan universitasnya, terus pegang bendera segitiga yang ada label universitasnya juga, terus kakak seniornya ramah banget. Para mahasiswa baru diajak keliling kampus, trus ntar ada pembagian materinya juga (sama kayak kita), biasanya juga ada game-gamenya. Game yang bikin kita lebih akrab satu sama lain gitu deh.
Iri dah gua.
Kita disini disuruh beli ini itu, dilabelin ini itu, bikin nametag dari anyaman jerami (gak), bikin tugas, pake ini itu, rambut di ini itukan, gitulah, ribet sekaleh. I can complain, but nothing will change. Singkat, padat, jelas, dan lumayan bikin sakit hati. Mungkin semua sudah berubah, mungkin nowadays ospek2 gak sekejam yang terjadi di masa lalu. Dimana banyak korban berjatuhan sampai tewas. Dimana banyak yang dilecehkan. Oke, fine, sekarang bisa dibilang ospek kita sifatnya 'baik' sekali. Compared to the past.
But! Still! Some things don't change!
Kok orientasi kita gini banget sih? Kenapa gak kayak yang di negara2 maju itu aja? Simple, gak ribet, tapi mendidik.
Jawaban mereka mungkin: "Ya mau gimana lagi"
Fine, fine! Sekian opini dari saya kurang lebihnya ya....mau gimana lagi?
Label:
bebas berekspresi series,
curcol,
sambat,
sarap,
share,
things about college,
value plus
Langganan:
Postingan (Atom)



