Tampilkan postingan dengan label bebas berekspresi series. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bebas berekspresi series. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

karena lagi kangen nulis disini jadinya aku nulis lagi




Emang manusia ya. 

Wishlist #1 udah dicoret nih ceritanya, tapi kemudian nambah lagi listnya. Begituuuuu aja sampe kertasnya abis. 


Jadi, atas ijin Allah dan atas kuasa-Nya, doaku yang aku tulis di postingan ulang tahun kemaren udah terkabul. Alhamdulillahhhhhh


"I just hope I can increase my GPA by a number or more. It's depressing to think about it. Imagining the lecturers and the sins I've made in the process of my study. Oh hell no I've done a lot of unthinkable mistakes. Please, God, it's about time my GPA shines as bright as the stars."


Itu yang aku tulis dua bulan yang lalu. DAN GUESS WHATTTT? IPK aku naik! :"))) By 0,3xx! Alhamdulillah banget subhanallaahhhh. Liat itu tuh rasanya kayak beban di pundak ilang semua. Lega banget sampe mau muntah.


Dan ada satu lagi wish yang udah kesampean. Akhirnya aku dapet laptop. Laptop gak baru sih, Ayah dapet dari kantor katanya. Tapi lumayan lah ya, masih bisa digunakan dengan baik meskipun batere agak bocor dikit. Dikit. Yes. 


Ok, sampe lupa tadi mau nulis apa :( sedih


I wanna write about the things I did for the last two months.


AKU BALIK NULIS FIKSI! ARGH! 


Dan kali ini aku nulisnya bener-bener merhatiin grammar, vocab, plot, dan segala tetek-bengeknya yang DULU gak aku perhatiin sama sekali. Aku postnya di Archive, dan ya Allahhhh ternyata banyak yang suka aku seneng banget sumpah! Dan yang komen tuh writer-writer favorit aku yang Works-nya aku subscribe! Dan kudos yang aku dapet lumayan lah ya, pretty average but I'm pretty confident to say that I've improved by a lot!


DAN! JADWAL SEMESTER 5 AKU! holyshitmanthisisprettyfckedup ;;;;


Aku pulang ke rumah itu kayak buat mandi sama tidur doang. Bener-bener gak ngapa-ngapain lagi selain itu. Aku pengen banget ngekost atau ngontrak sama temen-temen. Tapi bilangnya ke orang tua itu loh agak berat gimanaa gitu. Udah UKT segitu gedenya, mau nambah ngeluarin duit kost lagi tiap bulan -_- bisa-bisa aku gak dikasih duit jajan lagi. Aku sampe bosen ditanyain "Lah? Jauh banget dong transport dari rumah ke kampus? Gak capek? Dari rumah berangkat jam berapa? Kalo macet? Gak mau ngekost emang?"


Sumpah sampe eneg dengernya :(


Aku juga pengen cerita yang laen-laen tapi sifatnya internal banget jadi gausah lah ya. Aku sendiri gak nyaman ceritanya. 


Gitu aja



Bye.

Rabu, 27 Juli 2016

let's just quit



I feel like shit these days. I might appear very fine. Too fine, actually. I wake up at 8, skip breakfast, watch comedy shows, play twitter, not socializing with anyone, eat dinner, read fictions, then I'll call it a day. Since the new semester isn't gonna start anytime soon. 

But, the noise inside my head, the worries I keep in my heart, all the supposed-to-be-irrelevant thoughts, the uncomfortable bullshit in my guts, yikes! Sometimes I wonder if it's okay to just die. 


"What kind of crap are you talking about? You look fine and happy! You can't be that stressed out!"


Well, ya, what do you know about me? 


I never joke about 'stress'. It's a strong word to me. Don't play around using that term. 


Kamis, 31 Desember 2015

it was lit, fam



I'm going to call this post: Rewind 2015. Rewind is the trend I suppose, so here is it

But i have a problem, my friend


I DON'T EVEN REMEMBER WHAT I DID YESTERDAY HOW AM I SUPPOSED TO REMEMBER SHIT FROM MONTHSSS AGO? Forget it. It's too burdensome. Hehe, hehehehehe


brick me


So, 2015 is coming to an end. Hmm that was fast?? Happy New Year 2015 and then BOOM it's gone in a blink of an eye. It doesn't feel real ohmygod it's just an illusion i knew it we've been tricked!


All I remember is just how financially broke I am. HAHAHAH And I guess I read roo much astrology posts this year. I'm sick of it tbvh because you know what they ALWAYS say about cancer?!


"cancer will fucking cry!"

"they will cry"
"ohmygod they gonna die in misery"
"they gonna cuddle with you inside a warm blanket and gonna make you a hot chocolate with marshmallows on top of it"

Hell-fucking-o that is BS! Let me tell you what kind of cancer I am: I always have this bitchface when there are a lot of strangers, I'm a very sensitive chick yes I can't even argue properly gdi, DUH I'm basically an INFJ-T. Google it you will know


((why did i sound so angry in this post? nah probably just frustrated))


Ok, negative things aside, actually I feel so blessed this year. Less family issues, less friendship issues, less mopping over some unimportant shitheads; yep. The most stressful thing is exams actually. How I deal with my GPA, how I deal with my group projects, and a lot of new people.


And how I found a new love called SEVENTEEN. See my previous posts. I'm going crazy, seriously.


So.....2016 is coming. MEA is coming. (Masyarakat Ekonomi ASEAN = ASEAN Economic Community)


FINALS IS COMING! That slapped me right on the face cz I need to study! I need to increase my GPA :-(


My wish for 2016 are:

1. Money. Loads of it.
2. GPA (we call it IPK) = > 3,3 at least
3. A better world. I mean it. I'm so sick with what happened in 2015. #PrayForHumanity
4. For everything to get better! Amen!

See ya.


ohmygod i need to change my header :-(

Selasa, 14 Juli 2015

Oh well...

me reacting to ppl having a fuss over _______

Happy Birthday.

This blog turned into a scarehouse lmao but seriously, it's not like I DON'T WANT TO write shit it's just.......nothing came to mind. Yeah. Now, for the sake of my bday, I decided to write again. I know, my writing is crappy now I'm sorry.

I'm officially 19! 19! I don't know what's special about 19 I can only thought of SISTAR19.

/cue Ma Boy/

This year is not a very good year to me and my family. Financial issues is the main topic here so I don't want to tell you too much about it. Basically me and my fams need some $$$$$ this year (and my Dad can not shut up about 'this is our new President's fault!' LOL). I can only smh. So, yea, I learn that it's more beautiful to be so grateful for what we got, instead of whining and beg for more. Lack of money turned me into a new person, tbfh. I noticed that and I'm glad.

As for my bday this year. Nothing special, I guess. Nothing different happened today. And I didn't even notice the date if my phone didn't remind me! Really.

I don't expect anything such as present or some shit like that I only want to stay up2date since it's INFINITE's comeback!! I basically live on Twitter. Twitter 24/7. Twitter should pay me money for this. I'm serious.

Btw, you must see INFINITE's new MV! And the 360VR MV teaser! They ARE AMAZING! Esp Sungyeol! (cz he's my fav member and I'm biased as fuck tyvm!)

That's it my random rants for this not-so-special day. I barely had anything to say about my bday and it shows how many fucks I give for it HAHAHAH I just turned 19! My 19 y.o friends and every 19 y.o person in this world experienced it. The only important thing about it is the FACT that Allah still gives me chance to live in this cruel and fucked-up world. Thank you very much I'm grateful. ♡

Bye.

P/S: actually there's A LOT of other things that I want to write here but I can't find the right words. I'm a bit rusty sorry ;_;

Minggu, 01 Februari 2015

Block (or Blok)


Guess who's back? Me! (nah not really) (who tf cares anyway)

The sad truth is, gue kena writer's block! You know, right? When a person/writer couldn't write something because of a sudden inability to produce a new work! Gue gak paham penyebab-penyebab dari penyakit ini karena tiba-tiba aja sesuatu ini menyerang dengan ganasnya. Gue sampe googling 'cara mengatasi writer's block' tapi percuma karena ternyata (menurut gue) penyakit ini tergantung pribadi masing-masing aja sih buat ngatasinnya. Yang kuncinya juga cuma satu yaitu: niat! Kalo gak niat yaudah, the end.

Terjadi banyak peristiwa dikala gue terkena writer's block; seputar perkuliahan, libur pra UAS, waktu UAS, habis UAS, tahun baru, infinite, hasil uas, et cetera et cetera. Dan kayaknya gue gak bakalan nyeritain itu karena ini menyangkut harkat dan martabat, bahaya kalo dunia tau. (lagian juga gaada yang mau tau)

Sekarang gue lagi enjoying life; jadi 99.9% anak rumahan. Kerjaan gue tiap hari sama; bangun tidur, cek sns, mandi, makan, twitteran, sketching (gagal), nulis fanfic kalo nemu ide, baca fanfic, socializing with fellow inspirits, tidur. Udah.  Itu aja sih. Kalian-kalian yang menjalani hidup normal (ew.), pasti gak bakalan tau rasanya kayak gimana. Pasti banyak dari kalian yang berpendapat obsesi gue terhadap hal-hal yang berbau korea (wisely speaking, the fangirling thing is not only about a korean band, tho (i.e 1D/5SOS/maze runner, even!)) itu adalah sesuatu yang gak penting.

"Duh ngapain sih lo ngurusin ginian? Ngaruh banget sama hidup lo?"


Ngaruh. Karena ini hiburan gue. Karena gue naruh interest (and money. and life. and feelings) sama mereka. Because they entertain me. Enough said.

Gue sampe bikin akun twitter khusus buat fangirling, dan menutup personal account.

Bukan berarti gue menutup akses dengan real life ppl ya, duh, please. Menutup akun twitter bukan berarti gue berhenti menjadi manusia dan beralih menjadi makhluk cyberspace. Meskipun kadang (most of the time, I meant) gue memilih untuk menyendiri dan menjaga jarak dengan teman-teman pas liburan ini. Gue mengakui gue gak normal dan gue nyaris mirip sama anak-anak tumblr yang kerjaannya di rumah berteman sama wifi, maen twitter dan, yah, reblogging gif-gif lucu di tumblr. Sometimes we need a space, you know.

Ok, bye. 




Rabu, 10 September 2014

The Thing About OSPEK



OSPEK. MOS, kalo jaman kita sekolah menengah. Lo tau apa? Sebut gue idiot atau bodoh atau terserah, tapi gue gak tau kepanjangan dari OSPEK itu apa. Seriusan! Dan gue sama sekali gak berniat buat tau, karena yang muncul di otak gue ketika mendengar OSPEK adalah: senior galak, pemberian materi, tugas, dan barang bawaan yang aneh2 dan ribet. Ketika kita complain tentang tugas2 yang kelewat banyak dan ribet, dosen2 act like there's nothing new 'bout that. Everything seems so ordinary and not out of place, so what is there to be murmured about?

Gitu!

Entah apakah dosen bersekongkol dengan panitia, atau karena mereka pernah mengalami yang lebih kejam dari ini. Opsi kedua yang paling bener, kayaknya. Kalo versi anak mudanya sih mereka kayaknya mencoba untuk berkata semacam ini: "Kalian cuma diginiin doang! Kalian gak tau penderitaan kita dulu kayak gimana!! Sakitnya tuh disini, NAK! DISINI!" *nunjuk pantat*

Indonesia dari dulu emang gini ya orientasinya? Sumpeh lo? Kasian bener.

Selama ini gue cuma bisa iri aja liat film2 luar. Yang orientasinya itu keren2. Mereka pake varsity jaket, hoodie, dan kaos yang ada tulisan universitasnya, terus pegang bendera segitiga yang ada label universitasnya juga, terus kakak seniornya ramah banget. Para mahasiswa baru diajak keliling kampus, trus ntar ada pembagian materinya juga (sama kayak kita), biasanya juga ada game-gamenya. Game yang bikin kita lebih akrab satu sama lain gitu deh.

Iri dah gua.

Kita disini disuruh beli ini itu, dilabelin ini itu, bikin nametag dari anyaman jerami (gak), bikin tugas, pake ini itu, rambut di ini itukan, gitulah, ribet sekaleh. I can complain, but nothing will change. Singkat, padat, jelas, dan lumayan bikin sakit hati. Mungkin semua sudah berubah, mungkin nowadays ospek2 gak sekejam yang terjadi di masa lalu. Dimana banyak korban berjatuhan sampai tewas. Dimana banyak yang dilecehkan. Oke, fine, sekarang bisa dibilang ospek kita sifatnya 'baik' sekali. Compared to the past.

But! Still! Some things don't change!

Kok orientasi kita gini banget sih? Kenapa gak kayak yang di negara2 maju itu aja? Simple, gak ribet, tapi mendidik.

Jawaban mereka mungkin: "Ya mau gimana lagi"

Fine, fine! Sekian opini dari saya kurang lebihnya ya....mau gimana lagi?

Selasa, 13 Mei 2014

Space in Need


Ternyata liburan ini gak kayak yang aku kira.

Jalan-jalan bareng temen kesini lah, makan disitu lah, nginep, bikin graduation project lah, ujung-ujungnya emang gak sedikit yang gak terlaksana. Mungkin beberapa orang yang baca ini akan ngomong: "And whose fault is that?"

The fault is on me, if I could say that.


Mungkin aku gak bilang maaf whatsoever tapi ketahuilah, kalau emang kalian bener-bener nganggep hubungan kalian itu adalah sebuah persahabatan, kata-kata kayak terima kasih dan maaf itu gak seberapa perlu diucapkan. Karena teman sejati tau isi kepala kamu bahkan ketika kamu belum mengatakannya. Dan itu indah, dan itu gak perlu diubah, karena dari situ kalian tau seberapa besar nilai persahabatan itu buat kalian.

Bagus. Sekarang aku keliatan kayak nerd karena semua yang di atas itu based on the novels I read. Lol

Sekarang aku ngerasa bener-bener 100% anak rumahan. Too busy, too lazy, too afraid to go out; sepertinya sih gitu. Bahkan sesuatu yang nyaris mendarah daging kayak LINE sama Twitter, sebisa mungkin aku hindari. Aku butuh banyak space. Sebisa mungkin gak contact sama orang lain. I'm scared.

I believe that everybody has their own flaws and some people are good to just let it go. But here I am, too afraid to let everybody finds out mine. Too aware of the hatred that they might throw on me once they found out. Scary, isn't it?


I hope ppl understand.

Kamis, 10 April 2014

With Sincerity


Ini bukan tentang aku yang gampang menyerah. Bukan itu. Aku cuma capek aja, kayaknya sesuatu seperti 'oke gak boleh gini lagi ya' itu basi dan gak ada pengaruhnya banget. There's no sincerity in that phrase, even a tiny bit. Percuma cerita-cerita....kalau ternyata hanya angin lalu saja. 

Pada saat itu aku bisa bicara karena aku yakin semuanya masih bisa diperbaiki dan diubah, tapi sekarang, aku gak yakin lagi. Aku gak percaya lagi. Terserah aja. Jika dirasa simbiosis mutualisme itu masih ada, silahkan. Meskipun sebenernya yang jadi poin bukan itu. Apalagi ini mau ujian nasional, bukan saatnya bahas gituan. Jelas aja tindakan itu jadi hal yang negatif, karena sesuatu yang berkaitan dengan perasaan bisa segampang itu diabaikan. Harusnya sih dibenerin, tapi nampaknya manusia-manusia sekarang lebih suka sama apa yang ada di depan mereka, tanpa melihat lagi apa yang udah mereka lupain dan mereka tinggalin. Mana mikir, orang yang pernah kita dzalimi itu sakit apa enggak, yang pernah kita bully itu terluka apa enggak, yang pernah gak kita peduliin itu kecewa apa enggak; ya? Ya.

If you wanna leave, you can. I'll remember you though. 

I remember everyone who leaves.

Sincerely,


Firnanda

Kamis, 06 Maret 2014

A Sudden Day-Off


YAYYYY!! DAY-OFF!

Ok. Sebenernya ini gak layak untuk dirayakan, karena: D-4 Ujian Sekolah. Jadi sungkan-sungkan sendiri sama Mama, padahal pagi-pagi banget udah nyetrikain seragam gue. Hhhm...jadi gini ceritanya:

Di suatu pagi yang cerah (cerah banget malah, kontras sama malam sebelumnya, hujan angin dimana-mana), gue udah siap-siap mau berangkat ke sekolah, dengan si monster kecil berseragam putih-merah di jok belakang, motor pun melaju dengan riang. (?) Pas mau keluar dari gang rumah, gue udah dihadapkan dengan sebuah pemandangan yang fantastik, lo tau apa? Ya! Truk-truk dan bus-bus berhimpit-himpitan di satu lajur, di bagian yang lain sepeda motor pada bejubel gak karu-karuan. Ini kenapa pula lajur one-way dijadiin two-way? Ini udah bikin mental gue ancur, mau nyampe sekolah jam berapa kalo jalanan segini macetnya? Akhirnya tanpa mengetahui penyebab pasti gue puter balik, ceritanya nih mau lewat jalan alternatif, lewat belakang.

Setelah itu, gue dihadapkan oleh masalah baru, jalan alternatif yang gue kira adalah ide hebat, ternyata malah sebaliknya. Sebuah jalan yang lebarnya gak ada 2 meter itu dilanda kemacetan, ya, macet. total. Kalo waktu itu ada siput yang lagi jalan di sebelah motor gue, gue jamin tuh siput bakal dengan mudah nyalip gue dan gue akan tertinggal 3 meter di belakangnya. Pada waktu itu gue bener-bener gak berani liat jam, takut epilepsi di jalan saking shock-nya. Gak lama kemudian, ada bapak-bapak keluar dari rumahnya sambil bawa sign, tulisannya: Belok kanan. Jalan Alternatif. Kemudian si Bapak bilang, "Lewat sini mbak, terus mentok belok kiri udah nyampe jalan utama". Tentunya gue langsung belok kanan sesuai dengan instruksi yang diberikan, dan tau apa? Jalanannya becek bukan main, tiap kali gue ngerem, rasanya nyeimbangin motor yang bannya slip sana slip sini itu susaaaah banget, sumpah. Gue hanya bisa berdoa sambil nahan dongkol. Gimana enggak? Adek gue yang ada di belakang dengan bahagianya ketawa-ketawa. Mungkin efek ban slip yang aneh dan menggelikan itu terasa menyenangkan bagi dia. Terserah aja deh.

Lantas, setelah melewati kerasnya perjalanan di sepanjang jalur alternatif itu, gue berhasil mengantar si lil' monster ke sekolahnya. Kedongkolan gue akan si kunyuk itu lenyap ketika dia dengan bodohnya turun dari motor, melambaikan tangan ke gue, dan berjalan dengan masih menggunakan helm. Gue yang gak sanggup ketawa cuma diem tanpa ekspresi nungguin tuh anak sadar. Akhirnya dia menyadari kebodohannya lalu berbalik dan ngasih helm itu ke gue. Hahahahaha dasar!

Namun cerita belum berakhir....

Setelahnya, gue terpaksa ngecek jam. Dan voila! 06.45! Itu mah di sekolah udah bel masuk. Kalo berangkat sekarang kan percuma juga kalo telat bakalan di usir. Akhirnya, gue pulang gundah gulana bukan main. As expected, diceramahin sama Mama.

That's okay, I deserve it anyway.

Senin, 10 Februari 2014

Suddenly a Poem!

standing still

[this is bad but this is originally made by me]

Peng.har.ga.an
Penghargaan bukan medali
Penghargaan bukan piagam
bukan piala
bukan hadiah
apalagi uang

Penghargaan
Sebuah rasa menghargai
Sebuah rasa menghormati
Sebuah rasa terima kasih
dan tidak enak hati

Seseorang hanya minta dihargai
Ia tak minta uangmu
Ia tak ingin rebut bahagiamu
Hanya ucapan terima kasihmu

Hanya itu
Sebuah hal kecil
yang mampu kau selesaikan dalam sedetik saja
Mudah
Sangat mudah

Terima kasih
adalah hal yang mudah
hal yang indah
hal yang sangat sederhana
Mengapa tak kau ucapkan
Harga dirimu takkan tertindas olehnya

Hanya dengan terima kasih
kau bisa membayar apa yang telah kulakukan
Ini bukan pamrih
Ini hanya tentang penghargaan
Menghargai apa yang orang lain telah lakukan untukmu

Tapi
Tak ada terima kasih
Hanya kau yang beraninya menyakiti hati ini
Kau bajingan tak tau diri

Manusiakah kamu
Dimana etikamu
Dimana moralmu
Dimana perasaanmu
Busuknya kau masih berani
membusungkan dada di depanku

Tak tau malu

Jumat, 24 Januari 2014

Shitty

Jang Dong Woo's airport fashion


Hal-hal yang sering gue lakuin pas lagi gak ada kerjaan, selain maen ask.fm dan nontonin video gak jelas adalah...nge-blog. Entah, rasanya kalo abis cerita panjang lebar disini itu kayak abis nyedot WC; lega. Iya sih, emang cerita-cerita gue disini keekspos di internet, bisa dibaca semua orang, lantas...emang kenapa? Cerita juga cerita gue, selama masih ada sensor, elo-elo yang pernah gue omongin disini gak bakal rugi kan? It's not like someone will ask me: "Siapa namanya? Apa username twitternya? Sini gue labrakin!" after they read my story. Enggak kan? Yaudah. 

Gak dikit juga temen yang bilang sama gue, ngapain sih cerita-cerita gituan di blog? Alay. 

Yaudahlah, alay menurut lo kan? Menurut gue ini enggak. Ini seni. Seni mengekspresikan diri lewat tulisan. Tulisan gue emang gak bagus-bagus amat kok, EYD juga semrawut, but at least aku nyoba. Kadang juga, pas lagi nulis-nulis gini, selalu ada titik dimana gue bengong, ngeliatin tembok, nulis apaan lagi ya? Dan sekarang gue nyadar, tulis aja apapun yang ada di otak elo. Ok, gue bakal tulis apapun, tapi jangan ketawa, karena ini bakal terdengar kampung dan anak TK banget.

Gue sekarang lagi: Laper. Iya, gue laper. Lemari es lagi kosong, mau makan roti juga ini udah jam berapa, masa mau ngarbo? Selain itu juga gue udah mager banget. Entah siapa yang naruh lem tikus di kursi kerja gue. Emang dimana-mana, di belahan dunia bagian manapun, di planet manapun, apa-apa itu selalu kalah sama yang namanya males. Tau Indonesia dapet kemerdekaan darimana? Dari masyarakatnya yang males. Males ditindas! Males disuruh kerja rodi! Males. Pokoknya males. Dan dari males itu Indonesia merdeka 17 Agustus 1945. End of story.

Selain laper, gue lagi ngidam snapback. Sebelum-sebelumnya gue gak pernah tertarik sama hal-hal kayak topi, apalagi yang feminin kayak bowler hat dan lain-lain itu. Tapi hari ini gue nyobain punya temen, trus katanya pantes, jadi pengen kan sekarang....zzz. Yah, tapi gue gak ada niat buat belaga keren kok. Gue bukan orang yang suka ngikut-ngikut apa yang lagi hits. Kalo misalnya yang ngehits itu model rambut ala Miley Cyrus twerking, masa gue harus potong rambut kayak gitu juga? Enggak kan? Menurut gue ya pake yang lo nyaman, yang bikin elo pede, yang keliatan pas di elo, bukan maksa-maksain. 

Sekian nulisnya. I've something to do...darurat

Humpfth


So, it has been a while, huh? This thing is what I missed the most. Yes, writing crap in -a terribly bad- English. I don't have any idea why I choose an English Literature major either. I'm confident on it though I might be not that good. Being confident is important, okay? If you can't do anything about it, at least you should have some confidence so that in the future it could motivate you.

So, guys, I'm completely busy nowadays. There's this thing called 'try out'. Some kind of an exercise before the real final exam. But it really is a tiresome since we've to do it in 2 weeks straight (not exactly, just for the dramatic needs). This makes me want to be graduated from this school quickly. And not just that...the society sickens me. I'm a person who doesn't like to meet someone I know when having a time with my fams. But everytime, everywhere, I always meet someone, whether he/she is from my school, a classmate, or even a teacher. So, 10 hours x 6 days in school isn't enough for me? 헐~

I don't know what is the main point of this post, I just want to speak my mind. That's it...


Minggu, 05 Januari 2014

Besok adalah?



Di bawah lampu tidur, seseorang termenung dengan sebuah handphone di tangannya. Berulang kali ia membelalakkan mata, melihat sesuatu di layar handphonenya, seolah sekali saja tidak cukup jelas. Kemudian ia menampari pipinya, menjambaki rambutnya, mengambil silet dan merobek tangannya, sial, cuma tetanus, gak jadi mati. Tamat.

Sebenarnya itu tadi apa sih? -_-
Itu cerita pembukaan. Biar dramatis dikit.

Jadi itu maksudnya gue, yang masih dirundung ketidakpercayaan terhadap tanggal hari ini. Iya, ini tanggal lima. Setelah angka lima, terbitlah angka enam, dan angka enam itu tidak diikuti dengan bulan Desember atau dengan tahun 2013, tapiiiiiii 6 yang ini adalah 6 Januari 2014. It's the Day, man. It's the DAY! Kebayang gak sih, setelah sekian lama kita ongkang-ongkang kaki di rumah sambil nonton Barbie, mandi jam 12 siang, maen sama komputer sampe lupa makan, kumpul bareng temen sampe lupa jalan pulang dan pas mau pulang mendadak aki motor abis (itu gue), lalu... lalu mendadak pas kita mau tidur, kita buka twitter dan melihat obrolan seputar 'Besok Masuk Sekolah' bergentayangan di timeline, gimana perasaan kalian? Gimana?! Sedih. Seperti belum lengkap, ada sobat gue yang kirim pesan Whatsapp dan isinya...

[...tau gak? Hari ini H-99 unas loh]
[Hm...brengsek :")]

Sebenernya, hari pertama masuk sekolah pasca liburan semester itu sweet sorrow, bitter sweet, atau terserah lah mau nyebut gimana. Ada senengnya, gak enaknya juga ada (cenderung lebih banyak malah). Senengnya sih, ketemu temen dan bisa pake seragam sekolah. Pake seragam sekolah? Iya. Kebetulan gue suka pake seragam. Entah kenapa. Gak enaknya mah, ngabisin bensin, ngabisin duit, harus belajar, ngerjain tugas, ada pr, harus bimbel, harus les, ada try out... fyuh, ternyata banyakan gak enaknya. Tapi, kalo pas ditanya mending libur panjang atau di sekolah tapi jam kosong terus, gue gabisa jawab.

Rabu, 01 Januari 2014

Happy New Year 2014, Everybody!


Happy New Year 2014!!!
Selipin sendiri kata2 atau harapan yang kamu mau, karena aku bakal bikin punyaku sendiri tepat setelah paragraf ini.

Ya. Ini adalah tahun yang baru. Semoga hidup yang baru juga. Entalah kenapa harus dibatasi sama tahun, karena sebenarnya untuk memulai sesuatu yang baru itu tergantung iya enggaknya niat kita, bukan bulan, bukan hari, bukan tahun, bukan semester atau malah ajaran baru. Tapi karena aku emang susah kalo gak dikasih patokan, biar tahun 2013 ini ajalah yang menjadi saksi bisu masa lalu aku.
(butuh kantong kresek gak sih? this is so corny, man) And I hope that kebodohan-kebodohan di 2013, semuanya, bisa berubah di 2014 dan gak bakal terulang lagi. Yah, mungkin hilangnya kebodohan itu akan menciptakan kebodohan-kebodohan lain yang baru.

Malam tahun baru aku cukup ditemenin sama keluarga, dan keluarga temen ayah, temen aku juga. Dibarengi sama Pop Mie dan segelas Carrebian Nut panas, nonton kembang api yang terpampang apik di atas pemandangan kerlap-kerlip kota Malang. Aku naik ke Batu, karena emang view nya bagus banget. Di Jawa Barat ada Puncak, di Jawa Timur ada Batu. Apalagi kalo malem pergantian tahun gini pada kompak. Di jalan, mobil sama motor berhenti semua, berhenti bukan karena apa sih, macet soalnya. Terus pada niup terompet semua, sama di atas kita masih ada sisa-sisa kembang apinya. Dan lucunya, lagu di dalem mobil aku kebetulan nyetel Firework-nya Katy Perry.  Bukan radio, ini dari flashdisk. Sip. Suasana sama feelingnya dapet banget. Macet jadi gak kerasa macet.

Playlist selanjutnya Good Time. (entah kenapa nulisnya jadi bergantung sama playlist) Yah, lagu ini aku anggep doa ajalah ya. Semoga hidup aku kedepannya good-good aja, fine-fine aja, lulus lolos seleksi sekolah kedinasan, hubungan aku sama keluarga dan temen-temen juga dieratkan, nilai uan bagus, bisa lebih dewasa, bisa lebih mandiri...arrghh udahlah gitu pokoknya. Ini tahun baru, bukan birthday wish.

Aku males mau throwback 2013. Rasanya kayak waktu itu bukan apa-apa, kamu tinggal kedip sedetik aja udah ganti hari, mendadak hari ini udah jadi 2 bulan yang lalu. Serem gak sih? Ya seremlah! Ini salah satu tanda kiamat. Emang kiamat sudah dekat kok, mau apa? Serahkan sama yang di atas. Kita baiknya sebagai manusia berbuat baiklah sesering-seringnya. Heran deh kemana arahnya tulisan aku, makin ke bawah makin ngelantur semua. Munafiknya juga makin keliatan. Gak munafik kok, itu kan apa yang diajarin sama guru agama, aku cuma nyalin doang, it has nothing to do with me, okay? Kalo aku sih sadar kok, aku masih tetep bikin banyak kesalahan walaupun aku paham, kiamat itu gak ada yang tau datengnya kapan. Yeah.... wait...

Argh!! Salah fokus lagi kan?

Mari kita akhiri dari disini saja ya kawan.

HAPPY BLESSED NEW YEAR!

Selasa, 31 Desember 2013

Childhood Friend


Aku capek. Udah terlalu sering mengeluh dalam hati akan acara-acara televisi masa kini. Kemanaaaa perginya mereka semuaaa??

Ingat? Waktu SD, waktu SMP, dimanakah kita berada setelah pulang sekolah? Di rumah. Nongkrongin Naruto, One Piece, Inuyasha, atau Hunter x Hunter. Sebenernya masih banyak yang lain tapi yahhh udahlah, sedih nyebutin nama-nama mereka yang udah tiada. Anime-anime keren itu sekarang udah abis gak bersisa. Space toon juga sekarang di tv gue udah lenyap entah kemana. Sekalipun ketemu juga pasti acaranya udah beda banget dari yang dulu. Sedih gak sih...

Sekarang? Gue harus mau repot streaming atau malah download video-videonya. Andai di belakang nama gue ada 'Tanoe'-nya, atau minimal nama Om gue, bakal gue rayu abis-abisan deh itu biar animenya dibalikin lagi. Anak SMA sama anak SMP kalo pulang sekolah suka telat soalnya udah gaada lagi yang ditungguin di tv. Anak SD mah masih doyan sama kartun yang sekarang, kayak yang di A*TV itu. Yang sekolah menengah ini nih repot, seleranya udah terlanjur kecantol sama anime, mungkin ada sih beberapa suka sama kartun baru itu. Gue gak termasuk.

Kadang, kalo sore-sore pulang sekolah, karena lagi gak ada bimbel atau lagi gak nongkrong, gue terbujur dengan bosan di depan tv. Bolak balik mencetin remot, mulai dari TransTV sampe NET. yang terakhir sendiri, dan nelangsa dalam hati. Dulu mah nganggur-nganggur gini asik mantengin Samurai Deeper Kyo, Inuyasha, Naruto, One Piece, sampe yang temanya sepak bola kayak Tsubasa sama Hungry Heart. Gak peduli mau episodenya diulang berkali-kali pun, gue masih doyan. Bisa dibilang anime ini yang bikin gue suka daydream pas SMP dulu, jadi sumber inspirasi, kadang, kalo bisa dibilang yang lebih melankolisnya lagi, dijadiin motivasi. Gara-gara anime juga gue jadi suka koleksi majalah Animonster yang seiring berjalannya waktu semakin mahal harganya. Hhm.

Dan tau gak, yang ditunggu-tunggu selain anime itu apa? Iya. Drama Korea.

(enggak. gue gak bakal bahas itu kok ntar)

Jumat, 27 Desember 2013

Numb


Belakangan ini jarang banget, jaraangggg buangettt dengerin musik. Biasanya kan musik apa aja bisa masuk ya, namanya juga bahasa universal, mau arti lagunya gimana kek gak masalah. Iya. Harusnya sih gitu. Maunya sih gitu. Tapi...

Aku baru sadar kalo ternyata dengerin musik itu tergantung suasana hati juga. Kemaren-kemaren mah aku rajin banget dengerin Clarity-nya Zedd, atau Spectrum, atau Counting Stars-nya One Republic, atau Don't Wanna Think About You-nya Simple Plan, banyak deh, soalnya lirik/maksud daripada lagu itu sendiri ya emang 'sikon gue banget'. Sekarang...

Yah belakangan ini emang aku gak ngerasain apa-apa sih jujur aja. Jatuh cinta enggak, patah hati enggak, bahagia enggak, sedih juga enggak. Sedihnya cuma kemaren pas liat Choi Youngdo di The Heirs. Bahagianya juga kemaren atau hari ini pas lagi kumpul bareng temen dan nonton Running Man. Selepas itu ya buyar deh, gak sampe tuh kepikiran mau dengerin lagu sambil joget-joget kayak biasanya. Lalu hari ini juga, barusan malah, ada problem lagi sama orang tua. Kalo biasanya nangis, kalo biasanya langsung bete, sekarang biasa aja. Kalo kepikiran mah jelas, tapi gak alay-alay banget. Kenapa ya? Berasa mati rasa gituloh.

Sekitar seminggu yang lalu pernah ngebayangin...aku amnesia, lupa sama orang-orang yang deket atau yang pernah deket sama aku, lalu aku menjalani hidup yang baru, gak takut siapa mau ngejudge, karena aku gak kenal siapa mereka, gak takut mau bersuara dan melakukan hal apapun karena, karena ini aku dan aku gak kenal kamu, gak kenal kalian, gak inget kalian pernah ngapain aku atau aku ngapain kalian, rasanya kayak reinkarnasi gitu gak sih? Seru kan? Bolehlah.

Sabtu, 21 Desember 2013

Not a Very Good Starter


Pas UAS: "Bikin to-do list dulu ah, biar pas liburan mau download-download gampang"

Udah kebayang di otak, duduk manis di meja kerja Ayah (yang kursinya comfy dan kebetulan Ayah gak di rumah), dengan secangkir Good Day White Frappe, dengan sebuah laptop di depan mata, sambil mainan hape sambil nungguin download-an selese; what a nice day-off. Entertaining diri sendiri sama musik dan video apalagi kalo sambil ketawa-ketawa itu emang gak ternilai harganya. Setelah 2 minggu bergelut dengan ujian dan remedial, liburan (atau bahkan meliburkan diri pas acara sekolah) emang hari-hari yang paling dinantikan. Jika ada budaya nangis karena liburan semester, udah banjir kali rumah gue. Karena kali ini gue bebas. Bebas mau ngebo, bebas mau mandi jam 12 (atau bahkan jam 7 malem), bebas mau movie marathon 6 jam, bebas menggunakan internet, bebas mau main kemana aja, bebas! Pokoknya bebas! Merdeka!

Dan ternyata pemirsa...

Ini adalah hari ke-4 gue leha-leha di rumah. Iya, belakangan ini emang gue curi start liburan duluan gara-gara insiden tak membahagiakan tempo hari. Di pagi hari, bangunnya jam 6, gulung-gulungnya sejam. Jam 7 keluar kamar, bengong di ruang tamu, 30 menit kemudian mainan hape, ngecek instagram, menjalani rutinitas sebagai liker setia. Kemudian langsung nonton film, kemaren-kemaren lumayan banyak sih yang gue tonton: The Nightmare Before Christmas, Monster University, Madagascar 3, Alice in Wonderland, The Chronicles of Narnia: The Voyage of The Dawn Treader, Journey 2, Step Up 3D, Street Dance, et cetera et cetera. Banyak. Capek nyebutinnya. Habis itu jam 10-an, mandi dulu. Habis mandi buka laptop, niatnya sih mau download, sambil sarapan. Nah, disini nih, konflik utama oleh pelaku utama dimulai...

Sabtu, 14 Desember 2013

So, This is What You Are


Hai teman. Aku mau bercerita lagi. Ini kisah seseorang, sebut saja Aan. Dan seorang temannya lagi, panggil aja Affan. Jika ada kemiripan nama atau cerita, bisa langsung kontak @sungminator ya? #kode

Jumat, 29 November 2013

Pawn


Kebodohan. Suatu hal yang terdeteksi sesaat setelah (atau bahkan semenit setelah atau kalau mau yang lebih bego lagi ya sedetik setelah) kita berbuat sesuatu. Sama seperti saat kamu makan rendang 5 menit sebelum waktu berbuka di bulan puasa, ya, rasanya seperti itu. Tidakkah kamu merasa bodoh? Apa alasanmu? Lupa? Lupa kemudian ingat lagi? Kamu pikir kemana perginya memori itu disaat kamu lupa akannya? Ya itu mungkin saraf bodoh kita sedang mengambil alih, menyembunyikan sebuah fakta dan sebuah peringatan bagi kita hanya untuk sesaat, tepat sebelum kita melakukan sesuatu, kemudian mengembalikannya lagi saat semua sudah terlanjur terjadi dan terucap.

Entah teori darimana itu, yang jelas itu semua yang terlintas di otakku. Biar. Biar saja semua itu terdengar gila dan tidak masuk akal, sampai suatu saat nanti teori ini akan muncul di sebuah buku mata pelajaran, tertulis tepat di bawah namaku.

Ok. Mungkin aku memang sudah benar-benar tidak waras.

Ketidakwarasan ini rupanya adalah sebuah dampak dari sebuah peristiwa yang terjadi hari ini. Sesuatu terjadi, dan aku merasa gila setelah melakukannya. Berangsur-angsur aku berpikir, mengapa aku jatuh di lubang yang sama? Jika dulu lubang itu berisi ular, apakah kali ini aku berharap ular itu akan berubah menjadi emas? Sejujurnya iya dan sekarang aku bingung mencari kepastian dari semua kekhawatiranku ini.

Apakah aku harus diam, pasrah, berserah, dan menunggu seseorang datang memutuskannya untukku? Lagi? Setelah menengok ke belakang, ternyata ide itu adalah ide yang buruk. Mungkin tidak seburuk itu, aku memang tersakiti di awal, tapi kemudian aku menemukan kebaikan darinya, meskipun terkadang masih tersakiti juga. Masih terdengar tidak adil bukan?

Seperti pion kayu usang yang berdiri di tengah papan hitam putih, berhadapan dengan Raja beserta ksatrianya, ragu akan langkah yang akan dipilih. Ke belakang tidak bisa, maju pun banyak risikonya. Apa? Apa yang bisa dilakukan? Butuh pemikiran matang untuk bisa maju, menerjang yang lebih kuat dengan segala risiko yang mungkin akan didapat.

Rabu, 20 November 2013

Tentang



Hal-hal yang udah biasa kita alami emang ngebikin kita terbiasa. Even the unusual one. Even the uncomfortable one. 

Mungkin awalnya emang kayak gak ada apa-apa, tapi ternyata lama-lama gak nyaman juga. Gimana bisa aku ngejalanin sisa-sisa masa SMA ku dengan keadaan yang kayak gini? Keadaan yang paling bisa bikin gak konsentrasi di kelas. Emang sih, aku udah belajar buat care less dan masa bodoh sama hal-hal yang emang gak pantes buat dipikirin. Eh, tapi kayaknya masih pantes deh buat dipikirin. Ya. Terserah aja. 

Kapan ya terakhir kali aku ketawa, ketawa yang bener-bener ketawa di kelas? Kapan ya? Hhmm....lupa. Atau emang sangking udah lama banget, makanya lupa? Kayaknya sih gitu.

Pura-pura itu sakit gak sih? Pura-pura itu enak gak sih? Enggak. Udah jelas kan? Apa enaknya terpaksa buat tersenyum, mengatakan "Gak apa-apa" ketika orang lain bertanya ada apa. Apa enaknya berdiri di pojok, sendirian, di antara orang-orang yang tertawa bahagia. 

"Kenapa kamu gak mau join?"

Karena ketika aku masuk, ketika aku memaksakan diriku untuk mengikuti, apakah akan mengubah segalanya? Perubahan memang butuh proses, tapi bukan ini caranya. Bukan ini caraku.

Banyak hal yang tidak aku ketahui, karena waktu yang cukup lama ini. Menyadari bahwa secara tidak langsung aku bukan lagi sebuah prioritas. 

Terabaikan. Dibuang. 

Aku...aku benci dua hal itu. Sangking bencinya, sekali saja aku diperlakukan seperti itu, yang aku lakukan hanyalah diam, diam; tak mengejar. Karena jika aku mengejar lalu aku dibuang lagi, diabaikan lagi, sebodoh itukah aku mau menyakiti diri sendiri berulang kali?